Penyakit Infeksi Pada Telinga

Masalah penyakit infeksi pada telinga, misalnya seperti indera pendengaran yang kurang tajam, hingga menyebabkan tuli merupakan masalah telinga yang berasal dari dalam telinga, luar, ataupun tengah. Biasanya penyebab dari penyakit telinga ini adalah karena proses penuaan secara alami atu juga bisa disebabkan karena penyakit. Penyebab yang paling sering dari terjadinya penyakit infeksi pada telinga khususnya pada telinga tengah adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi yang terjadi pada hidung dan sakit tenggorokan.

penyakit-telinga-pencegahan

Salah satu masalah penyakit infeksi pada telinga adalah telinga berair. Biasanya cairan yang keluar bisa berbau namun bisa juga menyembuh. Terdapat beberapa hal yang terjadi sebelum penyakit infeksi pada telinga ini sembuh, yakni penjalaran yang muncul dari infeksi ke tulang bagian belakang telinga tengah yang melibatkan saraf otak yang akan mengurus bagian wajah. Kedua, hal yang jarang terjadi adalah komplikasi penjalaran ke selaput otak, atau bisa juga terjadi abses otak dan juga kelumpuhan dari saraf otak VII-atau yang biasa dengan saraf yang mengatur fungsi wajah.

Serangan yang terjadi pada penyakit infeksi pada telinga ini jarang menyebabkan gendang telinga pecah. Biasanya gendang telinga akan terlihat mencembung untuk menahan dari terjadinya desakan cairan yang ada di belakangnya. Tindakan dari suatu penyayatan gendang telinga ini merupakan salah satu pilihan yang baik agar bendungan tersebut tidak pecah dengan langsung. Dengan sayatan ini, diharapkan cara menyembuhkan gendang telinga lebih sempurna dengan dibandingkan ika terjadinya koyak secara spontan.

Biasanya pada penderita penyakit infeksi telinga  menahun, gejala yang ditunjukkan adalah keluarnya cairan dari dalam liang telinganya secara terus menerus. Cairan ini memang tidak banyak dan tidak terlalu berbau, namun bisa mengganggu aktivitas dan pendengaran menjadi menurun. Jika melakukan pemeriksaan terlihat adanya lubang akibat  koyakan pada bagian tengah gendang telinga.

Pengobatan yang dilakukan adalah dengan pemberian obat tetes telinga, serta obat yang mengandung antibiotika yang bisa diminum atau bisa juga dengan disuntikkan. Biasanya tindakan operasi dilakukan pada penyakit infeksi pada telinga yang menahun dan kemudian ditemukan terdapatnya suatu sumber infeksi yang terjadi menjadi kambuh.

Posted in Penyakit Telinga | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Telinga Manusia

penyakit-telingaGangguan pendengaran pada telinga akibat bising (Noise induced hearing loss) di tempat kerja merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering dikeluhkan. Kelainan ini dapat menurunkan kualitas dan produktivitas pekerja.

Secara umum penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi karena gangguan, baik pada telinga luar, telinga tengah maupun telinga dalam. Kelainan pada telinga luar dan tengah umumnya karena proses peradangan dan kotoran telinga (serumen), sedangkan gangguan pendengaran akibat kelainan telinga dalam dapat disebabkan oleh faktor suara bising yang terus menerus seperti di lingkungan kerja atau tempat rekreasi.

Gangguan pendengaran akibat bising terjadi secara bertahap, tanpa disertai nyeri, mungkin awalnya tidak disadari meskipun kadang-kadang disertai telinga berdenging. Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran ini akan mengeluhkan sulit memahami pembicaraan dengan jelas, terutama di tempat ramai.

Bila seseorang terpapar bising, awalnya pekerja akan mengalami penurunan fungsi pendengaran sementara yang masih dapat kembali membaik apabila keluar dari lingkungan yang bising tersebut. Namun apabila tetap berada pada lingkungan bising dalam waktu lama akan menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural permanen akibat dari kerusakan sel-sel reseptor bunyi (sel rambut) di organ korti yang berada di telinga dalam. Sehingga pasien akan merasakan kurang pendengaran dan sering disertai telinga berdenging (tinitus).

Pekerja industri yang menggunakan mesin yang menimbulkan bising lebih dari 85 decibel (dB) selama 8 jam atau lebih per hari dalam proses kerja merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Mekanisme terjadinya penurunan pendengaran, apabila telinga terpapar bising yang berlebihan sehingga terjadi over stimulasi terhadap sel-sel reseptor (sel rambut) di telinga yang akan menyebabkan produksi radikal bebas dalam jumlah sangat banyak. Hal ini akan menyebabkan kerusakan dan kematian reseptor bunyi. Kerusakan dan kematian sel ini lah yang akan menimbulkan gangguan fungsi pendengaran dan sering disertai gejala telinga berdenging. “Gangguan paling sering adalah sensorineural (sering juga disebut tuli saraf) dan telinga berdenging akibat pekerjaan. Gangguan pendengaran berupa tuli sensorineural yang bersifat permanen, membutuhkan rehabilitasi menggunakan alat bantu pendengaran.

Untuk pencegahannya agar tidak mengalami gangguan akibat kebisingan adalah pekerja disarankan untuk membekali diri dengan alat pelindung diri berupa penutup telinga (earmuff) atau sumbat telinga (earplug) secara benar apabila berada di tempat bising. Alat pelindung ini dapat mengurangi paparan bising sampai dengan 40 dB.

Posted in Penyakit Telinga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Telinga Pada Anak dan Pencegahannya

Infeksi telinga tengah adalah salah satu penyakit yang kerap menyerang anak. Sekitar 3 dari 4 anak pernah mengalami sedikitnya 1 kali infeksi telinga sebelum usia 3 tahun (risiko tertinggi usia 6–18 bulan). Meski infeksi ini membuat Anda cemas dan anak tak nyaman, umumnya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Setelah memasuki usia sekolah, anak tidak akan mengalaminya lagi.

Biasanya, infeksi telinga berawal dari infeksi virus seperti selesma/flu. Rongga telinga tengah meradang dan terjadilah penumpukan cairan di balik gendang telinga. Infeksi telinga bisa menyebabkan gangguan fungsi atau pembengkakan dalam saluran Eustachius (saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung). Pada anak, saluran ini lebih sempit dan pendek, sehingga cairan mudah terperangkap di telinga tengah. Faktor pemicu lainnya adalah infeksi di daerah tenggorokan (umumnya infeksi virus) yang menyebabkan tersumbatnya saluran; infeksinya bisa menjalar ke saluran Eustachius. Posisi tiduran saat menyusu dari botol bisa pula meningkatkan risiko terkena infeksi.

Cara mengatasi penyakit telinga, terutama bila terjadi pada anak :

• Segera bawa bayi ke dokter untuk diberi obat yang tepat.
• Hindari mengorek-korek bagian dalam telinga bayi karena bisa mendorong kotoran masuk ke dalam, dan memperparah infeksi. Bila ingin membersihkan telinganya, cukup bagian luarnya saja.

Cara mencegah infeksi yang menyebabkan penyakit telinga tengah pada anak dengan cara :

• Jaga kesehatan bayi agar tidak terkena radang tenggorokan
• Setiap 6 bulan sekali, periksakan bayi ke dokter THT untuk mengecek kesehatan telinganya, untuk menghindari gangguan pendengaran.
Biasanya infeksi telinga tengah pada bayi berlangsung lebih dari satu minggu. Ibu perlu waspada bila keluar cairan dari telinga yang menandakan gendang telinga sudah mengalami kebocoran. Segera bawa bayi Anda ke dokter.

salah satu indikasi awal terjadinya infeksi telinga pada anak. Terlebih jika anak setelah mengalami batuk pilek. Infeksi telinga bukan kejadian yang langka menyerang balita atau anak-anak. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah cara membersihkan telinga yang salah atau bisa juga karena penyebab lainnya.

Menurut Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), infeksi telinga dapat terjadi pada telinga luar, tengah dan dalam. Kebanyakan infeksi telinga terjadi pada telinga luar atau tengah dan jarang pada telinga dalam. Penyakit infeksi telinga tengah atau disebut juga dengan Otitis Media (OM) merupakan salah satu penyakit umum yang terjadi pada anak usia di bawah lima tahun. “Bahkan dua dari tiga anak diyakini pernah menderita infeksi telinga tengah, setidaknya satu kali serangan sebelum usia tiga tahun.

Gangguan telinga paling sering dijumpai dengan gejala-gejala yang umum berupa rasa nyeri, gatal, keluar cairan, rasa ada tekanan dalam telinga, rasa panas atau kombinasi dan gejala-gejala tersebut.

Secara umum gangguan penyakit telinga dapat terjadi pada:

• Penyakit didalam telinga.
• Penyakit diluar telinga, misalnya penyakit atau kelainan pada daerah lidah, rahang bawah, orofaring, tonsil, atau sinus paranasalis.
Keadaan ini perlu diagnosa yang akurat sehingga memerlukan penanganan dokter.
Pada umumnya gangguan telinga yang dapat diatasi dengan pengobatan sendiri adalah gangguan telinga luar berupa penumpukan serumen dan kemasukan benda asing.

Cara membersihkan telinga yang baik untuk mencegah penyakit telinga, adalah :

• Dengan menggunakan cotton bud (lidi berkapas) yang dicelup ke dalam cairan perhidrol (H202 3%) atau fenolgliserin.

• Untuk membersihkan penumpukan serumen dapat juga dengan meneteskan terlebih dahulu cairan perhidrol (H202 3%) atau fenolgliserin ke dalam liang telinga, tunggu beberapa saat kemudian dibersihkan dengan alat pembersih telinga yang ujungnya lunak.
Untuk pemilihan obat telinga yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter THT.

Posted in Penyakit Telinga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Telinga dan Penyebabnya

Penyakit telinga atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan penyakit tinitus merupakan sensasi suara pendengaran seperti dengung atau denging tanpa adanya input dari lingkungan sekitar. Sering disertai dengan gangguan pendengaran konduktif atau sensorineural. Deskripsi jenis timbitus (berdenging atau berdengung) hanya sedikit bermanfaat dalam menentukan penyebabnya. Penyebab tersering berasal dari penyakit telinga dalam seperti peyakit meniere, trauma suara, obat-obat ototoksik dn otosklerosis.

Serangan bagian dalam telinga bisa terjadi akibat penyakit lain seperti influenza maupun demam. Pada penderita influenza akut kadangkala menyebabkan pembengkakan pada saluran hidung, tenggorokan, dan tabung eustachius atau lubang hidung bagian belakang.

Kadangkala pasien dapat menggambarkan tinitus berdenyut. Tinitus jenis ini berdenyut pada waktu yang bersamaan dengan detak janung dan dapat merupakan gejala dari tumor di kepala atau leher. Otore atau sekresi telinga, umumya menunjukkan infeksi akut atau kronis.

Pengeluaran cairan yang mengandug darah mungkin berkaitan dengan karsinoma atau trauma. Cairan yang jernih dan encer mungkin berkaitan dengan bocornya cairan serebrospinal. Penting untuk menentukan lamanya pasien sudah mengeluarkan cairan;warnanya, baunya;dan hubungannya dengan gatal, nyeri atau trauma.

Otalgia atau nyeri telinga, mungkin berkaitan dengan peraadangan di dalam atau di sekitar telinga atau mungkin merupakan nyeri alih dari tempat anatomik yang letaknya berjauhan di kepala dan leher. Otitis eksterna dan otitis media, berturut-turut adalah infeksi telinga luar dan telinga tengah dan paling sering menjadi penyebab nyeri setempat. Nyeri yang beradal dari gigi, faring atau vertebra servikal biasanya dialihkan ke telinga.

Peradangan, trauma atau neoplasma di mana saja sepanjang perjalanan saraf kranialis trigeminu, fasialis, glososfaringeus dan vagus atau saraf servikal C2 atau C3 mungkin menjadi penyebab nyeri alih pada telinga ipsilateral.

Penyakit telinga harus segera disembuhkan karena apabila cairan yang keluar dari telinga dan berbau busuk dibiarkan saja maka orang tersebut akan dikucilkan oleh orang disekitarnya. Dapat menimbulkan hilangnya rasa percaya diri. Penyebab penyakit telinga ini diantaranya adalah : infeksi, kemasukan benda atau cairan dalam waktu yang lama.

Gejala  dari penyakit telinga mengeluarkan cairan berwarna putih seperti nanah yang berbau busuk, pendengaran berkurang. Sakit telinga, disebabkan adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah pada gendang telinga

- Demam tinggi, kadang disertai diare

- Selera makan turun atau hilang, karena telinganya sakit pada saat mengunyah dan menelan

- Keluarnya cairan dari lubang telinga yang menandai robeknya gendang telinga akibat tekanan cairan

- Peradangan umumnya juga disertai dengan demam, mual-mual, muntah, dan sakit kepala

 

Posted in Penyakit Telinga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Telinga Pada Anak

Kotoran telinga biasanya membuat para ibu ingin meneteskan minyak hangat ke dalam ttelinga dan membersihkan telingan dengan korek api, jepit, atau pensil. Hal ini berbahaya dan tidak boleh dilakukan lagi. Jika Anda merasa bahwa kotoran telinga benar-benar menyusahkan anak, Anda harus pergi ke spesialis THT yang tahu bagaimana cara paling tepat untuk memecahkan masalah Anda.

Jangan berusaha melakukan apapun sendiri jika ada benda asing yang secara tidak sengaja masuk ke dalam telinga anak. Kunjungi dokter.  Adanya pengeluaran cairan yang berulang dari salah satu atau kedua telinga biasanya merupakan akibat sekunder dari katar pernapasan bagian atas mungkin ada rasa nyeri. Tentunya pengobatan yang tepat harus dilakukan. Jika tidak, keadaan ini bisa berkembang menjadi otitis media sub akut.

Nyeri luar biasa di telinga (sakit sekali dan bisa membuat anak tidak mau telinganya disentuh) mungkin hanya gejala penyerta adanya radang dalam saluran telinga yang disebut otitis eksterna. Jangan lupa memeriksakan telinga anak Anda apakah ada tuli sebagian atau total jika ia belum bisa berbicara saat mencapai usia normal untuk mampu berbicara.

Penyakit dan kelainan telinga termasuk kondisi abnormal yang paling sering ditemukan pada masa anak-anak. Kemampuan mengenali keadaan ini, pengetahun yang cukup mengenai pengobatan yang paling manjur dan keterampilan untuk mencegah komplikasi dan sekuele adalah penting sekali untuk setiap dokter yang merawat anak.

Penyakit telinga yang diderita oleh anak akan berdampak pada kehilangan pendengaran yang diakibatkan dari penyakit telinga luar atau tengah (kehilangan pendengaran konduktif) atau dari patologi pada telinga dalam, retrokokhlea atau jalur pendengaran sentral (kehilangan pendengaran sensorineural).

Selain itu juga dapat menimbulkan vertigokarena ketidakseimbangan organ telinga bagian dalam dan tengah. Penyebab yang paling sering adalah penyakit tuba eustachii telinga tengah, tetapi vertigo dapat juga disebabkan oeh labirinthitis, fistula perilimfatik antara telinga dalam dan tengah karena defek kongenital, trauma atau kholesteatoma, neuronitis vestibuler, vertigo posisi paroksismal benigna, penyakit meniere atau penyakit sistem saraf sentral. Anak yang lebih tua dapat menggambarkan perasaan berputar, sedang anak yang lebih muda dapat menampakkan ketidakseimbangan hanya oleh jatuh, tersandung, atau kecanggungan.

Posted in Penyakit Telinga | Tagged , , , , , , , | Leave a comment